Selasa, 04 Maret 2014

Ibrani 4 : 12



"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun;  ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum;  ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." 


Banyak orang kalau diperingatkan dengan keras pasti sakit hatinya, tetapi orang disanjung-sanjung walaupun salah pasti senang hatinya. Banyak hamba Tuhan di gareja Protestan  pernah bercerita bahwa ada banyak jemaatnya  mengusulkan supaya khotbah yang dibawakan jangan sampai terdengar menyindir atau memakai topik teguran Tuhan yang keras; “Yang berkat-berkat sajalah, dan jangan lupa pakai banyak humor, supaya jemaat tidak mengantuk.”
Kecenderungan banyak orang hari-hari ini hanya ingin mendengar yang baik-baik saja demi pemuasan telinga mereka. Kalau khotbah berkat, jemaat senang, tetapi sebaliknya jika kotbahnya menyentuh area dosa, maka banyak jemaat pun menjadi bersungut-sungut atau bahkan tersinggung. Ironisnya ada banyak gereja yang berkompromi dengan hal ini. Mereka memilih jalan aman untuk menyampaikan apa yang disukai jemaat untuk didengar. Mereka lebih peduli terhadap kuantitas ketimbang kualitas, hanya memikirkan jumlah ketimbang sampai tidaknya suara Tuhan bagi jemaat mereka.
Wah, bisa kita bayangkan bagaimana para jemaat yang masih belum mengerti betul akan kandungan Firman Tuhan bisa terjebak pada harapan akan kekayaan secara materi untuk diri sendiri.  Bukan lagi Tuhan yang diutamakan, tetapi sisi entertainment atau hiburan lah yang penting bagi mereka, bahkan artis-artis terkenal dijadikan inti dari peribadatan. Promosi pun lebih diutamakan kepada siapa pendeta atau artis yang bakal hadir, itu ditulis besar-besar untuk menjaring orang. Pola seperti ini membuat semakin banyak orang yang cenderung memilih apa yang suka ketimbang mendalami betul apa bunyi Firman Tuhan sepenuhnya.
Beberapa alasan yang cukup krusial sehingga membuat kita menolak firman Tuhan:
1. Konsep firman Tuhan berbeda dengan konsep kita.
Artinya manusia sering terperangkap dalam konsep nafsunya. Dia menganggap segala yang ia lakukan adalah benar dan hanya sedikit melakukan penyelewengan terhadap kebenaran. Saya garis bawahi bahwa yang namanya penyelewengan walaupun itu sedikit tetap namanya penyelewengan, apalagi jika itu berkaitan dengan kebenaran/konsepnya Allah.
2. Kebudayaan mewariskan sistem pemikiran yang bertentangan dengan firman. Ketika kita hidup dalam budaya tertentu maka akan sangat sulit untuk memisahkan diri dari budaya tersebut, sebab kebudayaan itu sudah mengkristal. Berdasarkan realitas ada banyak yang mengaku kristen tapi masih terikat dengan budaya-budaya yang tidak membangun, bertentangan dengan ajaran Tuhan, pola pikir masih terikat dengan hal-hal yang berbau mistis.
4. Mata pencaharian seseorang yang tidak sesuai dengan firman ditegur, dia merasa tersinggung dan melawan. Kita tahu bahwa ada banyak mata pencaharian yang merugikan orang lain, misal: korupsi, menjual minuman keras, menjual obat terlarang, penipuan, dll. Orang-orang ini dalam segi finansial oke, harta berlimpah, namun ia lupa bahwa pekerjaannya itu merugikan dan merusak orang lain. Bisa dikatakan mereka menari-nari di atas penderitaan orang lain. Wajarlah kalau ditegur, sebab ia tidak mengasihi sesama manusia tapi hanya mengasihi dirinya sendiri (sebab ada keuntungan besar yang ia peroleh).

Jujur saja, kadang kala kita terlena dengan Firman Tuhan yang meninabobokan kita. Memang mungkin Firman yang disampaikan ketika kita masih di sekolah minggu adalah Firman yang sederhana. Itu wajar karena kita pun masih kanak-kanak. Tetapi apabila kita sudah dewasa namun kita tetap menginginkan Firman yang “enak”, berarti ada yang salah dengan kita. Sama seperti manusia jasmani kita bertumbuh dari bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa, demikian juga secara rohani kita juga harus bertumbuh. Jika ketika bayi kita hanya minum susu, kemudian makanan lembut, dan akhirnya makanan keras, demikian juga dengan kehidupan rohani kita, yang juga harus memakan makanan rohani yang keras. Apabila ketika kita mendengar Firman Tuhan yang keras dan kita langsung mundur, maka sesungguhnya permasalahan bukan terletak pada Firman itu, melainkan pada diri kita, karena mungkin saja kita masih anak-anak yang belum siap menerima Firman Tuhan tersebut.
Melalui Firman Tuhan hari ini, jelas mengingatkan kita bahwa Firman TUHAN bekerja memperbaiki diri kita. Bagaikan pisau operasi seorang dokter bedah yang memang dengan sengaja harus disayatkan, membelah, dan memisahkan bagian-bagian tertentu yang menjadi sumber penyakit, demikianlah kuasa Firman TUHAN "membedah" sisi negatif jauh di dalam diri kita, sampai kepada "pertimbangan" dan "pikiran hati" kita.  Sehingga pada akhirnya kita dikuasai penuh oleh Firman TUHAN. Terkadang sakit, tetapi itu adalah obat pahit untuk kesembuhan kita. Paulus mengatakan : Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran ( 2Tim.3:16).
Sekarang apa sih manfaat firman yang diperdengarkan kepada kita?
Pertama:
Firman akan memberikan hikmat.
Firman Tuhan yang sudah Allah sediakan bagi setiap kita sebagai umat-Nya, membuat kita berhikmat di dalam mengatur seluruh kehidupan kita dengan benar, sehingga hidup kita dijalani sesuai dengan kehendak-Nya.
Kedua: Firman akan menuntun kepada keselamatan. Keselamatan yang kita idam-idamkan yaitu hidup kekal bersama dengan Yesus Kristus.
Ketiga: Firman menyatakan kesalahan. Pengajaran yang ada di dalam firman menyatakan kesalahan manusia (semua manusia dinyatakan berdosa).
Keempat: Memperbaiki Kelakuan : Selain menyatakan kesalahan manusia, maka Alkitab membangkitkan harapan manusia dengan menjelaskan bagaimana hidup di dalam pola Kristen, sehingga kelakuan lama bisa diperbaiki sesuai dengan firman Tuhan.
Kelima: Firman akan mendidik kita dalam Kebenaran. Dari keseluruhan pengajaran firman di dalam Alkitab, menyatakan pendidikan tentang kebenaran yang berdasarkan kepada Allah.
Biarlah lewat firman kita bersama-sama menjadi pribadi kristen yang dewasa. Setiap firman yang disampaikan kepada kita adalah sebagai cambuk bagi kita untuk mentransformasi (merubah diri) diri mejadi lebih berkulalitas di hadapan Tuhan dan sesama. Terakhir, yang perlu kita ingat pula adalah kebenaran tidak bisa dikompromikan. Berbicara keras tapi menyelamatkan jiwa jauh lebih baik daripada berbicara manis tapi membiarkan satu jiwa berjalan binasa. Kebenaran tidak bisa dikompromikan, perlu keteguhan hati untuk tetap berpegang pada Firman Tuhan. Amin

Matius 10 : 28



Di zaman sinuaeng on, tung ringkot do jolma manjaga diri. Apalagi lam berkembang zaman laos berkembang do nang cara-cara ni jolma mangulaon hajahaton. Boi do tabereng na masa nuaeng on, marhite angka penipuan SMS didok :”Tolong kirim pulsa, mama lagi di rumah sakit”, manang “anda mendapat hadiah satu unit mobil”. Adong do marhite tugas PLN laho tu jabu sasahalak, hape holan pembantu tinggal di jabu dungi dibuat angka barang parjabu disi. Adong do sopirna sandiri diculik anak majikan laho mangido hepeng tebusan, molo ndang dilehon dibunu anaknai. Ido alana angka na marhepeng, dibahen ma keamanan di Jabuna, isarani angka satpam, dibahen pagar jabuna timbo, laos adong ma mar-body guard manang pengawal pribadi.
Hebatna, ndang adong nian salah diulaon tu manang ise, alai ingkon dohot do na so marsala i gabe manaon hajahaton na niula parjahat i. Ido alana didok angka na malo :”Ndang adong be inganan na aman di portibi on”! Gari na didok disan na aman, dison aman, hape laos disi do rarat angka hajahaton. Alani ido lam mabiar do jolma manang tudia, so tung adong na marsangkap na jahat tu diri niba, ninna godang halak. Di ringkot ni jolma manjaga dirina alai sipata lupa do manjaga Tondina, ima manjaga ngolu partondionna.
Angka dia ma na didok manjaga ngolu partondion? Ima asa unang gabe lam gale, lapatanna haporseaon na lam marpengpeng (kurus kering) siala ndang be disiram dohot ditambor-tambori. Asa unang gabe dirajai sibolis ngolu partondionta, ingkon do torus dipangido Tondi ni Debata margogoihon tondinta. Boasa tung ringkot hita manjaga ngolu partondionta?
1.      Molo ngolu pardagingon na laho salpu do i, songon didok daging mulak gabe tano. Alai molo tondi (haporseaon) ima na gabe ticket bongot tu bagasan Harajaon ni Debata dungkon tatadinghon portibi on.
2.      Didok si-Paulus melatih daging terbatas do gunana i, alai molo melatih Tondi tung godang do panghorhon na denggan. Ai boi do berengon jolma sehat secara fisik alai marsahit secara pikiran manang jiwa. Ido alana tompu-tompu jolma madabu tu parsahiton pikiran, songon stress, depresi dohot na asing. Molo sai dilatih partondion, botoon ma na dia na denggan, botoon ma mangorom hisap-hisap daging.
Songon ina hita di keluarga, dohot di tonga-tonga masyarakat jumotjot do hita perhatian/peduli marnida penampilanta. So binoto be, angka salon dia naung tadalani, dohot cara-cara padengganhon angka penampilan asa torus bagak/uli. Nian ndada na salah i, denggan do i. Ringkot do penampilan na bagak asa timbul percaya diri, asa sonang roha ni jolma mamereng. Alai laos unang ma lupa hita me-Salon Tondinta (haporseaonta), asa unang gabe tubu di hita NAUNG MERASA PUAS. Ai berbahaya do halak naung merasa puas manang nunga dihilala cukup marsiajar Hata ni Debata. Ujungna ndang ringkot be talalui parsaoran na lam tu dengganna tu Debata, ndang ringkot be ta padenggan rohanta laho manangihon Hata ni Debata. Hape anggo di hata portibi so adong jolma naung merasa cukup manang puas. Manat hita disi. Unang tadok : Nunga tammat be ahu di Hata ni Debata. Tarlumobi songon dia ma hita mangadopi angka na masa di portibi on, na torus gabe dipercanggih. Ndang adong na tammat marsiajar di Hata ni Debata.
Ingkon songon tano na koring manang gurun pasir ido rohanta marnida Hata ni Debata, molo sai disiram aek pintor dibondut. Lapatanna asa torus dipangolu roha partondionta. Angka naung mangolu tondi haporseaonna, pasti do marparbuehon angka parbue na denggan di ngolu na. Songon didok Jesus “Ndada na manjou goarNa bongot tu Harajaon ni Debata, alai na mangulaon lomo ni roha ni Debata do” (Mat.7:21). Apostel Jakobus mandok : Haporseaon tanpa parulaon dos na mate do i” (Jak.2:26).
Haporseaon na mangolu ingkon do tarida di parngoluon siganup ari. Ai ndang cukup holan mandok : AHU PORSEA...alai minus di parulaon. Alai ndang gabe mandok : gabe rumingkot ma parulaon na denggan tanpa marhaporseaon. Ai boi do jolma mangulaon na denggan ndang parjolo marhaporseaon. Na dumenggan ima, Haporseaon ingkon sadalan do di parngoluon siganup ari. Tung jorbut do paruhuman na dibahen Debata tu angka jolma parjahat dohot na so porsea i ima api naroko i. Ingkon do bahenonta di ngolunta songon pandohan si Marthin Luther na mandok : Aku melakukan kebaikan hari ini, karena esok akan mati”. Lapatanna, manang andingan panjouon i manang sogot pe taho i, alai nunga bersiap hita. Ai ndang mungkin hita mandao sian i molo tompu ro panjouon ni Tuhan i. Amen

Matius 14 : 3 - 9



Tidak ada yang terlalu mahal untuk Yesus
            Bila ada orang berbuat baik kepada kita, balasan apakah yang patut kita berikan kepada mereka? Tentu jawabanya adalah perbuatan yang baik juga bukan. Kalau ada orang yang berbuat baik kepada kita, tetapi kita tidak tahu berterimakasih, atau bahkan kita malah berbuat jahat kepadanya, maka kita lebih jahat dari iblis sebenarnya. Yesus pernah berkata : orang jahat saja tahu berbuat baik kepada orang lain, lalu bagaimana kita?
            Banyak orang di dunia ini masih berpikir, biar orang lain saja yang berbuat baik, kalau aku biasa-biasa saja. Bahkan ada orang kalau berbuat baik kepada orang lain atau kepada lawan kita, malah kita yang menjadi marah, cemburut, dan tidak senang dengan perbuatan mereka itu. Kita bisa terjebak mengatakan :”Cari muka” atau “sok pamer”.
            Sesungguhnya, tidak ada alasan kita tidak berbuat baik di dalam kehidupan ini, bahkan kepada musuh kita sekalipun. Alasan yang utama, mengapa kita harus berbuat baik adalah karena kita sudah menerima kebaikan Tuhan. Tuhan sudah memberikan kehidupan kepada kita, Tuhan sudah memberikan berkatNya kepada kita, bahkan Tuhan sudah memberikan jaminan keselamatan kepada kita. Lalu tanda kita sudah menerima kebaikan Tuhan apakah balasan yang sudah kita perbuat?
            Penyakit yang parah di dalam hidup sekarang ini, bukan hanya kanker, jantung, stroke, ginjal, atau yang lain-lain, tetapi jangan lupa bahwa ada sakit yang lebih parah dari itu, yakni : sakit Lupa (amnesia), di mana kita sering melupakan kebaikan Tuhan, Lupa mengucap syukur, lupa datang beribadah kepadaNya, seakan kita menjadi orang yang merasakan bahwa kehidupan ini adalah karena semata-mata kekuatan dan kemampuan kita. Sudah banyak orang di zaman ini menjadi seperti cerita Malin Kundang atau Sampuraga. Dia melupakan Air Susu ibu yang membesarkan hidupnya, dia melupakan Doa ibu yang dipanjatkan setiap pagi dan malam hari yang dengan uraian air mata.
            Begitu juga dengan Tuhan di dalam kehidupan kita. Apakah yang dilakukan sebenarnya belum dapat kita bandingkan dengan apa yang telah kita perbuat kepadaNya. Dia tidak hanya menyertai dan memberkati hidup kita, tetapi Dia merelakan PutraNya menjadi tebusan bagi keselamatan kita. Itu sebabnya, TIDAK ADA YANG MAHAL ATAU TERLALU MAHAL UNTUK TUHAN. Seluruh harta, pangkat, jabatan, maupun hidup, kita serahkan kepadaNYa itu masih terlalu kecil bagi Tuhan kita. Jangan ada dari kita menjadi Sombong atau Terus mengingat-ingat apa yang telah kita persembahkan kepada Tuhan. Karena bisa saja, kita terjebak mengatakan bahwa kita sudah berbuat sesuatu kepada Tuhan, misalnya : aku sudah memberikan persembahan, aku sudah melayani Tuhan, aku sudah menjadi pengurus di gereja. Itu belum seberapa dari apa yang telah kita terima dari Tuhan. Kalaupun kita harus melakukan semua itu maka katakanlah : NAPOSO NA SO HASEA DO AHU TUHAN = AKU ADALAH HAMBA YANG TIDAK BERGUNA.
            Itulah yang terjadi di renungan kita hari ini. Seorang perempuan, yang di Injil Yohanes disebut namanya Maria mengurapi Yesus dengan Minyak Narwastu yang sangat mahal. Harga dari minyak narwastu ini luar biasa mahalnya. Nilainya sebanding dengan upah 300 hari seorang pekerja. Jika dihitung dalam standar sekarang, nilainya sangatlah besar karena menyangkut nilai upah rata-rata seorang pekerja untuk sekitar 300 hari kerja. Rata-rata pekerja sekarang ini mendapatkan penghasilan yang cukup besar untuk setiap jam kerjanya, apalagi upah sehari. Jangankan untuk 300 hari kerja, upah untuk 300 jam kerja saja sudah banyak sekali. Jadi barang ini memang sangatlah mahal harganya. Nilai dari hasil penjualan minyak tersebut bisa dipakai untuk memberi makan buat sekitar 5000 orang. Jadi barang ini memang tergolong sangat berharga.
            Setelah dia melakukan hal ini, bukannya sambutan meriah yang diterimanya melainkan cibiran dan teguran dari para tamu dan (sayang sekali) para murid juga. Para tamu memandang perbuatan tersebut sebagai suatu pemborosan. Mungkin kita juga bila hadir di sana akan mengatakan hal sama, karena hanya beberapa detik saja terbuang uang yang kira-kira bila dirupiahkan sekitar 100 juta, SAYANG NAI ATE, tetapi tidak bagi si Maria. Dia merasakan apa yang telah diberikan kepada Yesus adalah wajar bahkan masih kurang.
            Ada banyak orang mengatakan : SIAPA KITA, SIAPA SAYA itu sangat bergantung dengan apa yang kita yakini atau imani. Kalau kita mengimani atau menyakini hidup adalah uang atau harta, maka seluruh pikiran dan hati kita tertuju ke sana, dan bila kita yakini atau imani hidup adalah dunia ini maka kita juga akan ke sana; tetapi bila kita menyakini bahwa hidup adalah Kristus maka pusat hidup kita akan ke sana.
1.                  Respons Yesus terhadap perempuan yang mengurapinya dengan minyak narwastu telah menyatakan apa yang diingini Yesus kita lakukan kepadaNya. Pertama, Yesus mau agar kita mengenalnya dengan baik, mengenal isi hati Tuhan. Bagaimana caranya? Tentunya dengan membaca FirmanNya dan berdoa, baik secara pribadi-pribadi maupun melalui persekutuan. Kedua, Tuhan mau kita mempersembahkan bagiNya persembahan yang terbaik, bukan sisa-sisa; sisa tenaga, sisa pikiran, sisa waktu sisa uang, atau sisa hidup kita. Saya ingin kehadiran kita di LANSIA ini, bukan karena SISA-SISA yang sudah kita miliki, misalnya : sisa-sisa waktu, sisa harta, atau sisa hidup. Namun kita mau katakan secara jujur bahwa AKU INGIN MEMPERSEMBAHKAN SELURUH HIDUPKU SEPENUHNYA TUHAN. Artinya apa pun yang kita kerjakan dan lakukan semuanya dalam rangka memuliakan Dia. Bila itu yang kita lakukan berarti kita sudah menghormati dan memuliakanNya.

Sabtu, 01 Februari 2014

Matius 5 : 13 - 21



Sada sungkunsungkun na tubu sian turpuk on ima: Boasa adong ahu? Idaon mansai sederhana do sungkunsungkun i, alai manontuhon. Boasa? Boi do ra, hita sandiri lupa manang ndang taboto be boasa adong hita di portibi on? Aha do tujuanta mangolu di portibi on? On ma na naeng tangkas di ngolunta tarlumobi songon angka halak Kristen hita. Ditompa do hita tu portibi on asa marlapatan do ngolunta, jala marlapatan ma hita tu portibi on.
Molo didok Jesus: “Hamu do sira ni tano on, hamu do panondang ni portibi on”, marlapatan do i sasintong na, ia mangolu manang mate pe hita, ima asa Marlapatan do ngolunta. Hidup kita harus berdampak positif bagi sekeliling kita. Tarlumobi marpanghorhon tu halak na asing do. Kita hidup adalah untuk orang lain. Aku hidup bukanlah untuk aku semata, tetapi aku ada untuk orang lain.
Sira ima sada sipanganon na sederhana. Alai ndang marguna sira i tu dirina sandiri. Alai marguna situtu do ibana molo dilehon ibana dirina tu na asing,  songon tu sipanganon. Marguna ma ibana mangalehon dai na tabo molo pas ukuranna, jala marguna ma ibana mengawetkan asa unang busuk sipanganon i. Tu halak na marsahit, marguna ma sira i gabe ubat. Tu suansuanan, marguna sira i gabe pupuk.
Songon i do nang palito. Molo ditutup i holan tu dirina, ndang marguna i. Alai molo diungkap ibana dirina tu na asing, disi ma ibana marguna situtu gabe panondang, patuduhon dalan, unang lilu manang tarrobung, huhut patuduhon angka na hurang denggan, gabe botoon paturehon.
Ala ni i, molo didok Jesus dison: “hamu do sira dohot panondang” na marsuru hita do i asa sude siihuthon Kristus olo mamake jala mangalehon ngoluna tu haporluan ni halak na asing. Hidup kita menjadi berarti bila kita mau memberikannya untuk orang lain. Ala ni i do, mansai luar biasa do ayat on, jamita ni Jesus di dolok on. On ma na digoari Golden Word, Sabda kencana, kata-kata emas.
Hamu angka dongan!
Molo tapamanat panompaon ni Debata di angka jadijadianNa i, taida ma, sude do i marasingasing be. Boasa marasingasing i dibahen Debata? Ima asa sude na tinompa i SALING MEMBUTUHKAN, saling memberi dan saling menerima satu sama lain. Asa, sian i ma taida, ditompa Debata do hita ndada holan asa marguna tu dirinta, alai justru asa marguna tu halak na asing do. Molo marsaripe sahalak baoa dohot sahalak boruboru mambahen nasida ingkon saling membutuhkan; si suami mangolu laho tu pardihutana, jala si isteri mangolu laho tu sinondukna. I do hasingkopon nasida.
Dilehon Jesus do diriNa gabe tiruan taringot tusi. Na ro do Jesus jala mamelehon diriNa ndada tu diriNa, ndada ala kepentinganNa, alai saluhutna i dipatupa Ibana holan ala ni jolma, demi kepentingan ni hita pardosa. Pola didok: Na ro do Ibana mangalehon hosaNa gabe tobus ni torop halak. Jesus ma na tutu situtu mangulahon nanidokNa, ima gabe Sira dohot gabe Panondang tu halak na asing.
Hamu angka dongan!
Nuaeng, boha ma hita mangulahon i?
1. Marguna do sira laho mengawetkan. Unang busuk ikan, jolo tasirai do. Sira berfungsi manjagahon habusuhon (mencegah kebusukan). On do tugas ni angka na porsea. Disuru Jesus hita tu portibi on manjaga asa unang busuk portibi on, ai nunga dibusuhi sibolis dohot dosa. Tarlobi portibinta nuaeng, na gok haulion, gok kemewahan, jala na modern on, alai nunga gok habusuhon. Pangalaho nunga lam lumlam, ala ni hajahaton na martimburak, tondi egoisme dohot individualisme nunga mangararati. Angka pejabat mambuat jatah ni angka na pogos. Narkoba merajalela, songon i nang juji pe. Tung so hagoaran be ala ni lumlamna.
Ra pintor halak do salahononta molo masa angka i. Hape satingkosna, ndang songon i. Ai hajahaton na masa di masyarakat i ndang na ro boti i. Alai hajahaton na masa di masyarakat i ima parbue ni keluarga. Keluarga do embrio na manang cikal bakal na. Molo masa hajahaton di masyarakat, sian anggota keluarga do na patupa i. Ala ni i, sada tugas na ingkon ulaonta, ima manaburhon sira di tonga ni keluarga. Sira ni angka natoras ma na ingkon manjagahon asa unang busuk angka anakkonna. Angka anak na umbalga ma manaburhon sira unang busuk angka anggina. Ala ni i, amang, inang dohot sude hita, tung parade dirim gabe sira na denggan.
  1. Sira marguna mangalehon dai na tabo. Adong hata na mandok: Bagaikan sayur tanpa garam, na patuduhon, ndang mardai molo so adong sirana. Ganup mangan halak Batak di pesta sai didok do: “Baen sira na i….” Adong do muse dai sira. Ala ni i, molo didok Jesus: hamu do sira ni tano on, marlapatan do i, ingkon sude ma hita paturehon dirinta mangalehon dai na tabo tu dongan.
Hamu angka dongan! Ulina i ngolu on molo manang didia hita hundul pintor las roha ni jolma, aman dihilala, lambok jala sonang panghilalaanna; molo ro hita gabe dapotan gogo dohot semangat na imbaru angka dongan; angka naung galegale gabe dapotan gogo, angka naung patah semangat gabe marhiras ni roha, angka naung tungki hian gabe boi dirgak dungkon ro hita. Ulina i tahe ngolunta on, molo tung torop halak masihol di haroronta. Ingkon boi do masihol jolma molo ndang adong hita di sada punguan i. Masihol jolma di haroronta siala dihilala nasida gok na denggan manang poda na ringkot dijalo ni angka dongan sian hita. Ala ni i tung tapingkiri ma, aha ma sibahenonta asa haroronta di jabu, di gareja, di parpunguan manang di dia pe, manang na di lambung ni sinondukmu, manang pardihutam, manang ianakkonmu sai pintor lomo jala las rohanasida.
Adong sahalak na malo (filsuf) terkenal: Leo Tolstoy mandok: apa yang terpenting kau lakukan dalam hidup ini? Yaitu : membuat orang yang berdiri di sampingmu berbahagia. Aha do na umporlu sibahenonta tu halak? Ninna ibana, ima, boha do mambahen halak na di lambungmu gabe marolopolop molo di lambungna ho. On ma nian sipingkiranta ganup, boha do hita asa boi gabe pasupasu tu halak. Ndang pola ingkon na mamora. Sipingkiran ni angka AMA ima boha do ho gabe pasupasu tu inanta dohot tu ianakkonmu di jabu, las rohana molo dilambungna ho, hira na dapotan sesuatu na luar biasa nasida molo dilambungna ho!. Songon i do halak na gabe pasupasu. Na borat ima, molo sebalikna do, molo gabe sogo roha nasida molo dilambungna ho, malah molo didok: “Nunga ro babiat i”. Songon i nang ho inang, boha do hita gabe pasupasu tu halak, ima molo disi ro hita, las roha ni halak, dapotan las ni roha halak, unang gabe si hutu geok, sai geohan halak, sai sogo roha ni halak molo dung ro hita.
Ra boi do marhite SENYUM. Ternyata, Bunda Teresa na terkenal i pe mandok: paboa senyum i boi do i gabe ubat na mansai denggan tu halak. Mardalan ma sahalak ina di dalan. Tung murhing, tungki, sai hira na ponjot rohana. Asal didalani do dalan i boti. Alai di tongan dalan, pajumpang ma ibana dohot sahalak sintua ina. Minar bohi ni sintua ina i, senyum na i mansai uli, mangalehon las ni roha dohot semangat. Disise sintua ina i ma inanta nangkin. Holan disise pintor marganti ma bohi ni inanta i, gabe dohot minar, rohana pe pintor las idaon. Boasa? Ima ala diida senyum ni sintua i. Ra senyum ni inanta di jabu boi mangambolongkon loja dohot boban na dokdok na di roha ni amanta sian karejona. Senyum ni ina di jabu boi mangalehon semangat belajar dohot karejo tu ianakkonna. Alai bohim na murhing i, apalagi soara na sai marbetebete i, boi do i manambai habusuhon.
Ra boi do hita gabe sira marhite hata na lambok, sapaan yang manis, dan sentuhan yang penuh kasih, na haruar sian roha parbagasan. Boi do i mambahen angka roha na mandele gabe margogo.
Hamu angka dongan! Tajaha ma jolo annon di jabu, 2 Raja-raja 2, 19 – 22. Di zaman ni panurirang Elisa, di huta Jeriko, huta na uli, alai aekna paet jala asom, jala sangat berbahaya, ai mambahen angka ina gabe keguguran (santabi). Aha ma dibahen panurirang i? Didok ibana: Buat hamu sada saoan (pinggan), jala bahen sira tusi. Dung i disaburhon panurirang i ma sira i tu aek i, gabe denggan ma aek i, jala tabo.
Hamu angka dongan ! Adong panurat mandok, songon i ma keadaan ni bangsonta nuaeng, Uli do nian negerinta on, alai gabe berbahaya, songon naung ginoaran nangkin. Alai didok panurat on, boasa boi masa angka i? Ndang boi salahononta halak.Alai didok ibana, masa angka i ala jotjot do hita halak Kristen gagal gabe sira. Boasa? Ala jotjot hita holan mangurus dirinta. Gagal hita gabe sira ala marlemba hita, mabiar manurangi, mabiar paboahon hasintongan, mabiar menegor kesalahan ni bangso on. Hape asa boi hita gabe sira na marguna, ingkon haruar do hita jala borhat tu tongatonga ni masyarakat. Ala ni i, didok panurat i, ingkon jumolo dirinta tahobasi, tapature, taparade gabe sira na denggan, marusaho mendisplinkan diri asa totop mardalan di dalan hasintongan ni Debata. Dung i nangetnanget tasirai ma angka na humaliang hita.
  1. Panondang marguna patuduhon dalan, gabe malua halak sian parmaraan. Sai taboan do sulu, manang palito, manang senter, manang lampu molo mardalan hita, asa unang tartuktuk, unang tarrobung, unang tartombom. I ma guna ni panondang.
Molo dijou Jesus hita asa gabe panondang, ingkon paradeonta ma dirinta boi mangurupi halak asa unang tarrobung, tartuktuk manang tartombon. Toropna i halak, tarlobi ianakkonta nuaeng na mamorluhon i. Ai mansai godang ditawarhon portibi on angka dalan, angka siulaon, na mansai menarik, jala gogo manait roha. Angka halak na so tangkas mamingkiri dohot mananda i, boi do pintor madabu, dung i tarjorat ma disi, laos mate disi. I ma angka narkoba, juji, pergaulan bebas, ngolu na ugal-ugalan, dohot na asing. Dison ma ganup hita ringkot gabe panondang, patuduhon dalan, asa diboto nasida, dia do dalan na tingkos, dia do dalan na sala. Pangajarion, pembekalan rohani, pembekalan budi pekerti dohot etika tu sundut na umposo, ima dalanta gabe panondang tu nasida.
  1. Panondang marguna patudu na sala. Molo golap, ndang botoon na kotor manang na ias. Alai holan masuk cahaya, panondang, pintor tarida ma nang abu/orbuk pe, gabe botoon ma paturehon/ paiashon.
Ima ulaonta molo dijou gabe panondang. Godang halak na so menyadari naung sala naniulana. Ai torop nuaeng di masyarakatta halak na mapitung, na so umboto angka dalan na sala nanidalananna. Gariada tahe godang do manghilala na jumago ibana sian halak na asing molo diula ibana na sala i. Disi ma ingkon patuduhononta dosana. Songon panurirang Natan napatudu dosa ni si Raja David ( tajaha di 2 Samuel 12) gabe ditanda si David ma dosana, dung i diboto manopoti. Molo olo hita gabe panondang na patudu hasalaan ni halak jala paingothon, godangna i halak na gabe mananda dosana jala na olo mulak tu Debata.

Hamu angka dongan! I ma gunana hita adong di portibi on. Marguna tu halak na asing.Molo ndang boi be songon i, tudos ma hita tu sira na hambar, siambolonghonon sambing, manang tu palito natinutupan ni ampang, na so marguna, na ingkon siambolongkonon nama. Alani unang ma hita gabe dohot siambolongkon di tingki na, alai gabe sipakeon ni jolma ma hita, gabe dilului jolma ma hita siala boi hita merubah situasi gabe positif sian negatif hian. Gabe las ni roha marganti arsak ni roha. Songon didok di ayat 20 i, molo so andul dumenggan hatigoranmuna sian hatigoran ni angka sibotosurat dohot Parise, ndang habongoton hamu harajaon banua ginjang. Tangkas do didok Jesus, halak Farise holan jago manang malo mandok alai minus manang nol pambahenan. Patik ni Debata sian najolo intina ima na mangulaon lomo ni rohana, ndada holan penampilan luar manang bagak (uli) berengon sian luar alai ndang bagak manang uli idian songon bagasan. Alani taulahon ma na gabe Sira dohot Panondang asa marlaba hita songon halak Kristen naung dihamonangkon Debata jala asa taruli hita di Upa natajalo aduan sian Debata. Amen.


Mazmur 84 : 1 - 7

Mazmur 84 : 1 - 7 84:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur bani Korah.  84-2 Betapa disenangi tempat kediaman-Mu ,  ya ...